Keterbatasan Yang Memotivasi Untuk Berprestasi

 

Agus Prasetyo yang saat ini tengah berprofesi sebagai sprinter J&T Express cabang Depok sejak Agustus 2017 tidak pernah memandang keterbatasan yang dimilikinya sebagai penghalang. Bahkan bagi keluarganya dan ia sendiri, keterbatasan yang ia miliki tidak terasa sama sekali dan tidak menganggu aktivitasnya sehari-hari termasuk menjadi seorang sprinter.

Memiliki kaki yang tidak sama rata yang disebabkan kecelakaan 7 tahun silam sempat membuat Agus merasa tertekan. Awalnya ia dapat berjalan seperti orang pada umumnya mendadak berubah karena kecelakaan yang dialami. “Berkat dukungan dari keluarga dan saya merasa banyak orang diluar sana yang kondisinya lebih parah membuat saya termotivasi menjadi lebih baik dan tidak berlarut dalam tekanan ini” ujar Agus.

Dalam 5 bulan bekerja sebagai sprinter, tanpa disangka Agus mendapatkan peringkat pertama sprinter dengan delivery terbanyak area Depok dengan total lebih dari 1500 paket per bulan. Prestasi yang ia raih ini membuat ia mendapatkan hadiah uang saku tambahan dari cabang J&T Express ia bekerja. Tidak hanya itu hingga saat ini menurut atasannya, Agus merupakan Sprinter yang memiliki kinerja yang sangat baik diantara 12 sprinter lain di drop point 04 Depok.

Selain teliti dan bertanggung jawab akan pekerjaan dan paket yang harus ia antarkan setiap harinya, selama setahun ini Agus tidak pernah menerima keluhan apapun terkait paket yang menjadi tanggung jawabnya bahkan Agus selalu menyelesaikan pengiriman paket per hari berapapun banyaknya tanpa menunda hingga keesokan hari. Tidak hanya kinerja yang baik namun karakter Agus yang ceria, mudah bergaul dan tidak pernah mengeluh pun dipuji oleh berbagai rekan kerjanya.

Sebelum menjadi sprinter ia bekerja menjadi kepala sebuah toko dan karena rasa penasarannya dengan pekerjaan di lapangan, ia mencoba mengubah pekerjaannya menjadi Sprinter di J&T Express. Dengan keterbatasan yang ia miliki sempat membuat ia ragu apakah ia dapat diterima menjadi sprinter, namun ternyata ia diterima dengan baik di J&T Express oleh seluruh rekan kerjanya. “Gak pernah saya dipandang sebelah mata atau dipandang negatif karena keterbatasan saya oleh rekan kerja saya, bahkan sama pelanggan pun tidak pernah. Alhamdulilah semua pelanggan ramah-ramah pada saya” ujar Agus.