Superwoman Sprinter

 

Sprinter atau kurir biasanya merupakan pekerjaan yang umumnya dilakukan oleh pria karena pekerjaan ini dikenal sebagai pekerjaan yang berat, selain diharuskan mengetahui rute perjalanan Sprinter juga dituntut memiliki stamina yang kuat. Namun bagaimana jika hal ini dikerjakan oleh wanita?

Sosok yang tidak biasa terjadi di drop point cabang Aceh, Ariska Delima kelahiran 1992 ini merupakan sprinter wanita pertama di drop point Banda Aceh. Sebagai wanita Ariska mengaku tidak keberatan melakukan pekerjaan sebagai kurir, baginya pekerjaan ini menantang dan nyaman untuk di kerjakan. Sebelumnya Riska bekerja sebagai kasir di salah satu minimarket di Aceh, namun keinginan mengerjakan hal baru memangilnya ke J&T Express.

Hasilkan 700 Pick Up Dalam 1 Bulan

Selain menjadi sprinter Riska juga mendukung aktivitas pemasaran yang mendukung penjualan di drop point Aceh, dara yang merupakan anak ke empat dari empat bersaudara ini bahkan mampu menghasilkan 700 pick up dalam bulan Agustus lalu. Bpk Robby selaku General Manager di Banda Aceh mengakui keunggulan dan kesungguhan Riska dalam bekerja meskipun awalnya sempat ragu untuk menerima wanita sebagai sprinter, namun keraguan ini terjawab dengan kinerja Riska 9 bulan ini. Selain memiliki komitmen untuk bekerja Riska juga dinilai memiliki intergritas sehingga pelanggan memberikan pandangan positif kepada J&T Express. “kinerja Riska ini memang baik, kerja dia bisa dibilang melebihi kerjanya laki-laki, dia juga membuktikan bisa bekerja sebagai sprinter sekaligus marketing. Bahkan dia menolak ketika pelanggan memberi tips tambahan ketika mengantar paket karena merasa telah menerima gaji dari J&T Express” ungkap pak Robby.  

Bagi Riska bekerja sebagai sprinter merupakan hal yang baru dan menyenangkan untuk di lakukan. “awalnya sih orang orang pada heran, tapi setelah dilakukan lama lama sudah biasa dan menyenangkan, keluarga juga semua mendukung asal suka menjalaninya”  ungkap Riska yang masih malu malu ketika di wawancarai oleh team J&T Express.