Keterbatasan Bukanlah Penghalang

 

Salah satu sprinter J&T Express Drop Point area Muara Karang, Pluit – Jakarta, Ahmad Main memang sedikit berbeda secara fisik dibandingkan dengan sprinter pada umumnya. Namun hal tersebut menjadikannya Sprinter dengan nilai tambah, meski baru bekerja selama 10 bulan Ahmad telah menunjukkan kesungguhannya dalam bekerja. Dalam satu hari ia mampu mengirimkan lima puluh (50) hingga delapan puluh (80) paket.

Menjumpai dan melayani pelanggan adalah hal yang biasa untuk Ahmad, kesulitan dalam berkomunikasi memang terjadi namun hal tersebut tidak menjadi hambatan untuknya. “Saya akan bicara pelan-pelan supaya customernya bisa mengerti dan kalau belum mengerti saya ulang terus, sekarang customer sudah mengerti dengan cara bicara saya” ungkap Ahmad.

Bagi Ahmad setiap ada kesempatan untuk bekerja, maka harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. “Menjadi Sprinter di J&T Express adalah pekerjaan kedua saya. Begitu saya melihat lowongan di social media, saya langsung melamar dan akhirnya saya ditempatkan di drop point Muara Karang Pluit Jakarta”.

Berbekal motivasi untuk membahagiakan orangtua terutama ibu, membuat Ahmad tidak mempedulikan segala kendala dan hambatan yang ia alami dalam menjalani pekerjaannya. “Jalani saja dengan baik dan nikmati segala proses suka duka dalam pekerjaan.” ujar nya.

Selama bekerja sebagai sprinter J&T Express, Ahmad menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membangun rumah untuk ditinggali oleh ibunya. Kini, impiannya untuk membangun rumah bagi ibu nya bukanlah mustahil. Pembangunan rumah bagi ibu nya sudah hampir selesai dan ini merupakan salah satu hal yang membanggakan bagi Ahmad untuk membahagiakan ibunya.

Cerita Ahmad menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menjalani hidup dan mencapai keinginan kita. Semangat dan terus berusaha adalah kuncinya.